Ocehan Tengah Malam

Tengah malam, sendirian di kamar mendengarkan suara hujan yang cukup deras. Suasana yang pas untuk mulai menulis sesuatu. Apa saja. Berbagi sesuatu lewat tulisan. Dampaknya tentu lebih masif ketimbang kita menyebarkan ide melalui lisan. Coba bayangkan berapa orang yang mampu kita temui dalam sehari hidup kita? Tentu akan sangat terbatas jika dibandingkan dengan tulisan yang mampu menjangkau lebih banyak orang. Bagi seorang yang sudah mempunyai ruang di ranah publik, tentu sebuah tulisan akan mempengaruhi pemikiran banyak orang. Hal ini juga yang menjadi sebuah alasan betapa kebebasan berpendapat merupakan suatu syarat penting dalam kemajuan suatu negara. Hal ini sudah tidak terbantahkan lagi.

Ada yang bilang sebelum menulis sesuatu kita haruslah paham terlebih dahulu terhadap apa yang kita tuliskan. Pendapat lain menyebutkan bahwa tulis lah apa saja yang ada di pikiran pada saat ini, walaupun kita masih samar tentang apa yang kita pikirkan. Kedua pendapat tersebut benar adanya.  Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pendapat yang pertama akan lebih dipakai jika kita berada pada ranah yang serius. Semacam aktivitas transfer of knowledge yang terjadi pada ruang-ruang kuliah. Sementara pendapat kedua biasanya harus diterapkan pada orang – orang yang sedang belajar menulis sesuatu (seperti saya). Kegiatan seperti ini berguna terutama dalam hal menyeimbangkan kecepatan berpikir dengan kecepatan menulis kita. Jika tidak dilatih, bisa saja kita telah memiliki ide jenius yang mengalahkan einstein tetapi apa daya kemampuan kita untuk menyebarluaskan pemikiran harus terhalangi dengan kemampuan kita mentransfernya yang terbatas.

Selain itu yang harus pula diperhatikan dalam menulis adalah bagaimana caranya kita bisa mengungkapkan semua ide pemikiran kita secara sistematis dan lebih mudah dimengerti. Apa gunanya sebuah ilmu dan pengetahuan jika hanya kita sendiri yang dapat menikmatinya? Karena itu latihan menulis adalah satu-satunya jalan agar ide kita dapat tersalurkan dengan baik pada target sasaran. Jika hal ini sudah kita taklukkan maka ide-ide yang kita miliki dapat dinikmati oleh orang banyak, yang kemudian membuat hakikat ilmu dan pengetahuan itu sendiri terlaksana dengan baik. Semakin banyak kita memberikan ilmu akan semakin pandai kita.

  1. Memang dengan tulisan, apa yang menjadi buah pikiran kita dapat diketahui kalayak secara luas, apalagi dengan blog. oleh sebab itu memang tepat apabila ide atau pikiran positif yang muncul diotak kita dimunculkan dalam postingan sebuah blog, karena dapat dibaca secara luas.

    Semangat ngeblog terus lah!

  2. admin says:

    happy blogging for you too… ^_^

  3. thimbu says:

    kalimat terakhir itu membauat saya rada malu “semakin banyak kita memberikan ilmu akan semakin pandai kita” karena selama ini saya jarang melakukan transfer knowledge kepada orang lain namun lebih sering melakukan “onani otak” dengan orang lain :)

  4. abeecdick says:

    Salam kenal buat ryodimas, o ya gimana berhasil gak pasang kode google webmastertool nya.
    O ya mo komen nie boleh khan :)
    Setuju banget ilmu emang kudu di transfer biar gak hilang dimakan waktu, begitu juga ide biar gak hilang percuma harus ditulis. :)

  5. admin says:

    -> thimbu : onani otak? wah, istilah keren nih…. klo onani kan pada akirnya keluar juga,,, nah pada saat keluar transfer ilmunya ke orang lain,,, hehehhee

    -> abdeecdick : waduh belum nyoba lagi bos, tar klo sempet… neh lagi nyetting plugins… ane setuju komentar ente… Ilmu itu harus dibagi, dan cara terbaik adalah dengan menulisnya, hehhee

  6. aRi isTiadi says:

    mampir bos
    terus berposting…

    lanjutkan……!

  7. andi says:

    kalo saya, nulis selain buat hoby tapi juga buat nyari duit.. heheheh ^_^

  8. admin says:

    -> ari istiadi : makasih bos dah mampir….

    -> andi : enak yah klo hobi bisa dijadikan mata penghasilan….

Leave a Reply


SEO Powered By SEOPressor