Mari Kita Bangga Terhadap Bangsa Kita Sendiri
Alhamdulillah, tanggal 2 oktober kemarin ditetapkan sebagai hari batik nasional. Walaupun tidak turut serta memakai batik pada hari itu (karena seharian di rumah), tetapi saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang telah menetapkan tangal 2 oktober kemarin sebagai hari batik nasional. Semoga warisan-warisan budaya nasional kita lainnya seperi angklung dan lagu ‘Rasa Sayange’ yang diklaim oleh Malaysia akan diakui juga oleh dunia. Sungguh miris ketika apa yang kita anggap sebagai budaya milik kita, diakui sebagai milik negara lain hanya karena kita tidak mampu menjaga dan memelihara budaya tersebut dengan baik.
Setelah dipikir, perilaku malaysia yang tidak memperhatikan perasaan bangsa Indonesia itu juga memiliki sisi positif. Coba bayangkan jika malaysia tidak melakukan klaim tersebut, tentu saja sampai saat ini kita akan terus menerus acuh tak acuh terhadap apa yang terjadi terhadap warisan budaya nasional bangsa kita. Kita tampaknya lebih peduli dengan budaya dan apa yang terjadi di luar negeri ketimbang di dalam negeri sendiri.
Salah satu negara maju yang tetap mempertahankan nilai lokal budaya mereka adalah negara Jepang. Sampai-sampai mereka lebih menghargai bahasa mereka sendiri ketimbang bahasa inggris yang menjadi bahasa internasional. Ini patut kita contoh, walaupun tentu saja kita tidak boleh alfa untuk mengetahui apa yang terjadi pada dunia luar dengan tetap mempelajari bahasa inggris sebagai kunci pembuka pintu ilmu. Karena tidak dapat dipungkiri, jika kita menguasai bahasa inggris, akan lebih banyak bahan bacaan yang dapat kita nikmati daripada bacaan yang ditulis dengan bahasa Indonesia.
Hal lain yang membuat Jepang sukses adalah mayoritas rakyatnya bangga menggunakan produk dalam negeri. Mereka tidak malu mengkonsumsi barang yang mereka produksi sendiri walaupun pada mulanya kualitas barang yang mereka produksi belum terlalu bagus. Pada sebuah buku saya pernah membaca bahwa pada mulanya produk buatan jepang merupakan produk murah yang tidak berkualitas, akan tetapi mereka diproduksi secara masal. Produk jepang pada mula kebangkitan industrinya seperti produk buatan cina pada saat sekarang ini. Akan tetapi lambat laun, karena ketekunan dan kegigihan mereka, akhirnya produk buatan mereka menjadi diterima di dunia internasional. Malah proses produksi mereka dicontoh oleh banyak negara seperti Amerika Serikat dan Eropa yang lebih dahulu memasuki era industri. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena mereka mampu menemukan cara untuk memproduksi suatu barang secara paling efisien.
Sebenarnya semangat untuk membangun negeri sendiri dari jepang itu dapat kita contoh. Tidak usah terlalu muluk-muluk dengan membayangkan bahwa kita mampu membuat industri semaju di sana. Tetapi kita dapat mulai meniru perilaku mereka yang bisa membuat negara mereka sebegitu majunya. Salah satunya adalah dengan mencintai negara kita sendiri. Tidak perlulah kita mencemooh apa yang sudah menjadi buruk di negeri ini. Mari kita akui bahwa kualitas kita juga dapat menyamai mereka, hanya saja belum terekspose dengan baik. Salah satu contoh kecil misalnya dalam dunia musik. Dengan segenap kekurangan yang kita miliki, marilah kita akui bahwa kualitas musik dan musisi lokal tidak jauh berbeda dengan internasional. Hanya saja mungkin next international rock star yang berasal dari indonesia masih dalam tahap pembelajaran atau sudah muncul, hanya saja label dan mass media lokal belum menemukannya. Mari Kita Bangga Terhadap Bansa Kita Sendiri.









saat itu saya ndak make batik, tapi saya bangga thd bangsa ini meski amburadul sana sini masih banyak kutemui
-> geblek : yups, kita emang harus bangga ma bangsa sendiri, klo bukan kita, siapa lagi? hehhehe
Kita memang harus bangga menjadi bangsa Indonesia, kalau bukan kita yang mencintai Indonesia siap lagi.
Nb : link Mas Ryo dah ada di blogroll ku, ditunggu and Thanks for link exchange
-> beni oktopiansah : ok, makasih bos, hehhehe link added…
ehm..this is good posting cocok banget dg aku meski ga barada di tanah tercinta still luv full n tidak meninggalkn budaya sendiri good luck n God bless U amien..thnxs dah kunjung in my blog…
Saya yakin Indonesia akan menjadi lebih baik, akan semakin bisa di kenal dunia. Salam kenal dari dedyfajar
-> dahan arsega : salam kenal mbak, sukses dah di negeri sana, ^_^
-> dedyfajar : Amin, salam kenal juga dari saya….
Dalam hal Batik Bisa dan Boleh kita orang bangga.
Dalam budaya jangan lah berbangga ria, kebanyakan orang di Indonesia bangga dengan budaya yang menyalahi aturan agama. Memang tak menyalahi hukum di Indonesia tetapi menyalahi hukum Agama konskuensinya lebih besar.
Klo Chan sih dengan Indonesia ga begitu bangga, karena hal Dunia. Tetapi Chan lebih dan jauh lebih bangga dengan Islam. Best of the best dien.
Cayoo….!!!
-> Chan : yah, setiap orang berhak untuk kepada apa dan siapa bangga ditujukan. Klo menurut aq sih, kalo pengen liat bangsa kita maju, yah kita harus bangga dulu sama bangsa kita sendiri…
salam kenal juga mas
-> belajar : yoi,, hehhee