Lama sudah saat terkahir kali saya update blog dengan konten puisi. Karena bingung mau menulis apa akhirnya saya copy paste saja salah puisin yang pernah saya buat. Judul puisi kali ini adalah BAHANA SAMUDERA. Seperti yang bisa teman-teman tebak dari isinya, puisi pendek ini terinspirasi dulu ketika saya PDKT alias pendekatan dengan pacar (calon istri) saya saat ini. Semoga dengan memosting puisi ini, rasa cina kami berdua, semakin menggelora (waduh bahasanya). Untuk itu bagi teman-teman yang berminat untuk berpuisi ria langsung saja baca dan interpretasi sendiri puisi di bawah ini. Selamat menikmati.
Posts Tagged ‘sastra’
Oleh: rYoDiMaS
Adalah hamba bekerja pada majikan,
Tuan atau Nyonya itu, bernama Cinta.
Pekerjaan si hamba sederhana:
menyirami setiap hari bunga-bunga kasih
di kebun sayang, membabat habis tanaman
cemburu yang tumbuh liar sampai ke akarnya,
menata jarak antar bunga sepanjang kejujuran,
dan menanam kembali bibit-bibit penerimaan
agar nanti tumbuh menjadi batang kasih yang
tegar, cukup untuk mampu berbuah kesetiaan,
yang rasanya manis terkadang pahit. Hingga
akhirnya buah itu dapat dinikmati anak sang
majikan yang bernama:
Kita
: Manusia.
Jember, 16 September 2008
Oleh: rYoDiMaS
Jikalau Yang Maha Kuasa telah memanggil.
Janganlah kalian peributkan
bagaimana matinya aku.
Ini sudah waktunya.
Waktuku menghadap-Nya.
Mempertanggungjawabkan semua salah dan dosa.
Kumohon. Pada kalian yang pernah kusakiti.
Maafkan aku sepenuh hati.
Tak ada maksud membuat bersedih.
Hanya khilaf dan sedikit luapan hati.
Kepada kalian yang pernah kucinta.
Kenanglah aku sebagai kisah terindah.
Tak dapat kujadikan semua kalian bintang gemerlapan.
Karena aku hanyalah aku sebatas pemahaman kalian.
Hidupku mungkin tak berharga.
Kisahku mungkin hanya secuil cerita usang.
Tapi ingatlah, aku pernah begitu kalian puja.
Walaupun sesaat, itupun tak kalian sadari.
Jember, 5 April 2006
Oleh: rYoDiMaS
sebuah kandang tempat hewan
ditengahi sebuah kayu dan jaring besi
sebagai tempat bertengger
tak ketinggalan bekas tempat makan
di pojok depan sebelah kiri
beratap genting, bercat hijau
sungguh gagah kandang itu berdiri
pengaman lengkap tanpa terkunci
sedikit karat belum terlalu menjadi
di sana kosong, si sana melompong
kandangku kosong, tapi pikiranmu melompong
Jember, 5 april 2006

